Pentingnya Pemeriksaan USG pada Kehamilan

Oleh: dr. Dina Kusumawardhani

Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu pemeriksaan penunjang radiologi yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menilai struktur organ tubuh. Pemeriksaan USG saat kehamilan sangat penting dilakukan terutama untuk menilai kondisi janin dan melihat apakah apakah ada cacat bawaan seperti Down’s syndrome, spina bifida, hidrosefalus, dan lain-lain.

Berapa kali sebaiknya pemeriksaan USG dilakukan?

Pemeriksaan USG tidak perlu terlalu sering dilakukan, cukup 3 kali selama kehamilan, yaitu pada setiap trimester. Kecuali ditemukan kondisi-kondisi tertentu yang membutuhkan pemantauan dan pemeriksaan yang lebih akurat, seperti perdarahan pervaginam.

Apa saja yang dinilai?

  • Trimester pertama:

Menilai apakah benar hamil/tidak, menilai letak embrio (di dalam/luar rahim), mendeteksi mola hidatidosa, denyut jantung,kehamilan ganda, dan usia kehamilan.

  • Trimester kedua: 

Melihat kondisi janin (ukuran, lingkar kepala) apakah sesuai dengan usia kehamilan, mendeteksi kelainan kongenital (cacat bawaan), mengevaluasi pertumbuhan janin. Pada trimester dua juga dapat melihat perkembangan struktur janin seperti tulang belakang, ekstrimitas, otak, jantung, dan jenis kelamin. Selain itu, kondisi plasenta, tali pusat dan kecukupan air ketuban juga dapat dinilai.

  • Trimester ketiga: 

Mengevaluasi pertumbuhan janin dan menilai lokasi plasenta apakah menghalangi serviks/mulut rahim. Pemeriksaan USG pada trimester tiga sangat berguna dalam menentukan proses kelahiran secara spontan atau membutuhkan tindakan Caesar.

 Apakah USG berbahaya?

Pemeriksaan USG abdomen aman digunakan dan tidak berbahaya bagi ibu maupun janin serta tidak menimbulkan rasa nyeri. USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, tidak seperti foto rontgen (x-ray) yang dapat menghasilkan radiasi.

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas