Makin Simpel Memandikan Bayi

Oleh: dr. Rosalina D. Roeslani, Sp.A

Banyak cara mempersiapkan perawatan bayi baru lahir. Saat ini telah banyak prenatal class agar Anda lebih siap menghadapi berbagai kejutan saat ia ada di pangkuan Anda. Kebanyakan prenatal class mengajarkan paket menyusui, memandikan, mengganti popok, dan segala hal tentang bayi baru lahir. Mengikuti prenatal class bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk ibu dalam menyambut si kecil.

Memandikan bayi memang cara paling ideal untuk membersihkannya. Bayi tak lagi dimandikan begitu ia lahir. Mandi pertamanya paling tidak 6 jam setelah persalinan. Cukup diseka saja.

Mandi Seka (sponge bath)

Mandi dengan menggunakan spons atau waslap lebih dipilih untuk bayi yang belum puput tali pusatnya atau bila bayi ibu langsung disunat dan lukanya belum sembuh. Yang dibutuhkan adalah air hangat, handuk tebal, spons atau waslap, tempat memandikan bayi yang kering, kapas bulat, sampo dan sabun yang tidak iritatif (jika perlu), handuk kering bertudung, pakaian bayi dan popok bersih. Hindari penggunaan sabun atau sampo terlalu sering. Bayi tak memerlukannya kecuali di area yang terkena urin atau feses.

Sediakan air hangat, letakkan bayi di atas handuk tebal di permukaan yang kering dan datar. Selimuti bayi dengan handuk atau selimut, gendong bayi selalu dan jangan ditinggalkan dalam keadaan telanjang. Mulailah menyeka dari wajah, lap terlebih dahulu masing-masing mata dengan kapas basah di mulai dari bagian tengah ke ujung mata bagian luar.

Lap wajah dengan waslap basah tanpa sabun, termasuk lipatan telinga. Tambahkan sabun bayi ke dalam air atau langsung di waslap, dan secara lembut, lap bagian tubuh lain mulai dari leher ke bawah. Bukalah selimut atau handuk yang membungkus si kecil satu per satu sesuai dengan yang ibu lap. Bilaslah dengan waslap basah bersih atau sedikit air, hindari tali pusat basah.

Yang paling terakhir berikan sampo pada rambut bayi, lalu bilas. Gendong dengan cara siku ibu menyangga punggungnya dan pergelangan tangan menyokong leher dengan jari jemari menyangga kepalanya. Saat mandi, kulit bayi tak perlu digosok terlalu keras, namun ibu dapat memijatnya dengan tekanan lembut terutama di lengan dan kaki bayi.

Ganti handuk bayi yang telah basah dengan yang kering, selimuti bayi. Jangan khawatir bila bayi menangis karena mandi adalah pengalaman yang baru untuknya.

Mandi Rendam

Mandi rendam dilakukan bila tali pusat sudah puput atau luka sunat sudah kering. Mandi sebaiknya tak lebih dari 5 menit, bila lebih, kulit bayi akan kering dan mudah teriritasi. Gunakan air hangat, dengan suhu sekitar 37 derajat Celcius. Mandi busa sesekali boleh tetapi jangan terlalu sering. Setelah mandi, keringkan bayi keseluruhan, terutama pada lipatan kulit, bokong, dan kemaluan.

Siapkan bak mandi dengan air hangat, tes dengan mencelupkan bagian siku ibu atau mengukurnya dengan termometer khusus. Langkah-langkah awal mandi rendam sama dengan mandi seka, setelah semua disabuni dan dibilas, ibu bisa memperkenalkannya dengan air. Semakin besar, bayi semakin kuat, dan semakin lama ia boleh berendam di air. Hindari perendaman dengan air sabun terlalu lama untuk mencegah kulitnya kering. Bilas air sabun setelahnya hingga bayi benar-benar bersih. Bila ia sudah mulai bisa menggenggam, mainan air bisa sangat menyenangkan.

Jangan lupa si kecil diajak berbincang dan banyak tersenyum ya saat memandikannya. 

Artikel ini disadur dari majalah Anakku

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas