Menstimulasi Indera Pendengaran Anak

Oleh: Dr. dr. Hadryastuti Abdullah, Sp.A(K)

Merangsang indera pendengaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Lakukanlah stimulasi saat si kecil dalam keadaan rileks. Mengajak berbicara bahkan sudah disarankan sejak ia masih dalam kandungan. Lanjutkan secara teratur ketika bayi telah lahir, misalnya saat menyusui, memandikan, atau saat ia makan.

Perhatikan pentingnya kontak mata dengan anak. Arahkan pandangan ke mata sambil mengatakan sesuatu. Selain itu, untuk menstimulasi pendengaran balita, ritual sederhana ini bisa membangun kedekatan emosional orangtua dengan anaknya.

Walaupun ia belum bisa menjawab dengan benar, mengajarkan berbicara pada balita akan mengasah kemampuan komunikasinya. Gunakan kata-kata lembut dan mudah dimengerti dalam percakapan sehari-hari. Beri respons apabila balita tampak bereaksi dengan apa yang Anda katakana.

Membacakan dongeng juga cara terbaik untuk merangsang indera pendengaran balita. Orangtua dapat menggunakan cerita dan kata-kata sendiri atau membacakannya dari buku. Tak perlu khawatir jika harus mengulang cerita, ini malah dapat merangsang saraf-saraf balita untuk belajar mengingat.

Janin pun bisa mendengar

Panca indera bayi sebenarnya sudah mulai aktif sejak dalam kandungan. Di dalam rahim, janin dapat mendengar suara dan detak jantung ibunya. Secara tidak langsung, hal ini sudah merangsang pendengaran bayi. Ia juga sudah memperoleh rangsang keseimbangan ketika melayang di dalam cairan ketuban (amnion).

Sejak lahir, bayi sudah siap distimulasi tapi harus sesuai tahap perkembangannya. Begitu bayi lahir, semua panca indera sudah berfungsi, ia sudah siap menyerap hal-hal baru di sekitarnya. Panca indera yang sudah berfungsi baik ketika ia baru lahir adalah penglihatan, pendengaran, peraba, dan keseimbangan (proprioseptif).

Stimulasi yang tepat dapat meningkatkan kecerdasan anak, juga memperkuat keterikatan emosional antara orangtua dan anak (bonding).

Cermati jika ada yang mencurigakan

Panca indera merupakan pintu masuk semua stimulus dari lingkungan di sekitar anak. Sebelum si kecil berusia 6 bulan, indera pendengaran dan penglihatannya sudah harus dideteksi.

Jika ibu mencurigai adanya kelainan atau gangguan pada indera bayi baru lahir, segera konsultasikan ke dokter anak. Yang mudah dilihat misalnya jika terdengar suara keras, bayi akan terkejut, atau berkedip ketika melihat cahaya yang silau. Jika anak tidak memberikan respons yang sesuai, sebaiknya anak segera dibawa ke dokter untuk mengikuti berbagai tes panca indera.

 Caranya sederhana, kok

Merangsang panca indera si kecil tidak memerlukan alat yang mahal seperti CD program khusus. Ajak saja ibu atau pengasuh untuk berbicara, bernyanyi, atau mendengarkan musik pada si kecil. Pada dasarnya, semua panca indera akan terstimulasi dengan mengajak berbicara atau main krincingan. Warna mainan yang mencolok dan merangsang indera penglihatan juga dapat menjadi stimulan yang baik.

Selamat bermain bersama anak…

Artikel ini disadur dari majalah Anakku 

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas