Mengenal Macam-Macam Tes Alergi

Oleh: Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K)

Saat ini, masalah alergi pada anak terutama alergi makanan semakin meningkat. Alergi perlu diketahui sejak dini agar tidak menghambat tumbuh kembang anak.
  
Ketidaktepatan dalam diagnosis dapat mengakibatkan alergi anak tidak tertangani dengan baik. Bukan hanya itu, terkadang overdiagnosis dapat menyebabkan anak harus berpantang pada jenis makanan dan minuman yang sebenarnya ia diperlukan. Hal ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak apabila berlangsung lama.

Untuk mengetahui penyebab alergi (alergen) sebaiknya lakukanlah tes alergi. Hal yang patut diketahui adalah melihat riwayat alergi pada orangtua. Bila kedua orangtua menderita alergi, maka kemungkinan anak menderita alergi sebesar 50 %. Namun, di luar ada-tidaknya riwayat alergi pada kedua orangtua, setiap anak tetap memiliki potensi alergi sekitar 15 %. Oleh karena itu, deteksi dini alergi sangat berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Jenis tes alergi

Berikut beberapa jenis tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui alergi pada anak.
  • Tes Tusuk Kulit : Tes ini bermanfaat untuk mengetahui anak memiliki alergi pada apa yang dihirup, seperti tungau, debu, serbuk sari bunga dan alergi pada makanan seperti susu, udang atau kepiting. Tes kulit dapat memeriksa hingga 33 jenis allergen. Tes dilakukan dengan menyuntikkan alergen ke lengan sisi bawah dengan jarum 2 mm. Hasilnya diketahui setelah 15-20 menit, jika positif akan timbul bentol merah pada bekas tusukan jarum.
  • Tes Kulit Intrakutan : Tes ini bertujuan untuk mengetahui jenis alergi pada anak terhadap obat yang disuntikkan. Cara dan metode yang dilakukan hampir sama dengan tes tusuk kulit hanya suntikan berisi obat yang akan diteskan.
  • Tes Tempel : Tes ini untuk mengetahui alergi jika terjadi kontak terhadap bahan kimia, atau terjadinya dermatitis kontak. Tes dilakukan di punggung dan hasilnya bisa dilihat setelah 48 jam. Bila ada lentingan merah pada bagian yang disuntik maka hasilnya positif.
  • Tes RAST (Radio Allergo Sorbent Test) : Betujuan untuk mengetahui apakah seorang anak memiliki alergi pada apa yang dihirup atau apa yang dimakan. Caranya dengan mengambil serum darah anak sebanyak 2 cc lalu diproses secara komputerisasi dan hasilnya bisa dilihat setelah 4 jam.
  • Tes Provokasi & Eliminasi Makanan : Tes ini berfungsi untuk mengetahui alergi terhadap makanan, obat atau apa yang anak hirup. Tes ini dilakukan dengan cara menerapkan diet pada anak untuk berpantang tehadap jenis makanan dan minuman tertentu selama 2-3 minggu. Bila tidak ada keluhan, anak akan diminta untuk mengonsumsi pencetus alergi. Tes provokasi dilakukan 1 minggu untuk makanan dan 1 minggu minuman bila ada gejala dicatat dan disebut alergi bila dalam 3 tes provokasi ditemui gejala.
  • Tes Provokasi Obat : Tes ini berfungsi untuk mengetahui alergi pada anak terhadap obat yang diminum. Metode yang digunakan dalam tes ini DPBC (Double Blind Placebo Control) atau uji samar ganda, dimana pasien minum obat dengan dosis dinaikkan secara bertahap lalu hasilnya bisa diketahui setelah 15-30 menit.

Usia tepat tes alergi

Untuk tes yang meliputi tes tusuk kulit, tes kulit intrakutan dan tes temple, bisa dilakukan pada saat anak berusia 3 tahun. Sementara untuk melakukan tes RAST, tes provokasi & eliminasi makanan, serta tes provokasi obat, bisa dilakukan kapan saja tanpa pembatasan usia.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku 

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi” 

kembali ke atas