Update Tentang Bayi Prematur

Oleh: dr. Ika Fitriana

Bayi Prematur adalah bayi yang lahir pada kehamilan ibu kurang dari 36 minggu. Semua bayi pramatur membutuhkan perawatan khusus, tetapi tidak semuanya perlu dirawat di ruang perawatan intensif.

 Belum siap lepas dari rahim

Bayi yang lahir sebelum waktunya memiliki organ tubuh yang belum siap untuk hidup terlepas dari rahim. Semua ahli berupaya untuk menciptakan lingkungan yang amat mirip dengan rahim dan mencukupi kebutuhan demi mengejar pertumbuhan yang belum lengkap tersebut.

Kekuatan otot bayi prematur masih lemah sehingga tak banyak bergerak. Mereka juga lebih mudah kekurangan kalsium dan zat besi, mudah kedinginan, mudah mengalami gangguan pernafasan, juga kadar gula darah yang lebih mudah turun. Kulitnya masih sangat merah  dan keriput, kepalanya tampak lebih besar dari tubuhnya, tulang kepalanya teraba lunak dan mereka lebih mudah menjadi kuning.

Karena berbagai kekurangannya, bayi prematur memerlukan bantuan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, itulah mengapa ia butuh perawatan khusus. Bila bayi mungil ibu sudah mampu menyusui, tidak ada komplikasi dan berat badannya sudah naik secara stabil, ia bisa pulang bersama ibu.

Gangguan pada bayi prematur

Pada dasarnya, bayi prematur belum siap untuk dilahirkan, sehingga semua organnya belum cukup matang. Itu sebabnya ia dapat mengalami berbagai gangguan pada sistem tubuhnya, seperti berikut ini:

  • Pernafasan. Karena paru-parunya belum sempurna maka bayi prematur lebih mudah mengalami gangguan pernafasan.
  • Sistem Imunitas. Sistem imunitas yang belum berkembang dengan baik membuat bayi prematur belum dapat melawan kuman hingga risiko infeksi lebih besar dibandingkan bayi normal.
  • Regulasi suhu tubuh. Pengontrolan suhu pada bayi prematur belumlah stabil dan mereka lebih mudah kedinginan. Pasalnya, mereka hanya memiliki sedikit lemak dalam tubuhnya sebagai penghangat.
  • Refleks. Perkembangan refleks bayi prematur lebih lambat, khususnya refleks mengisap yang diperlukan agar ia bisa menyusu, akibatnya ia kesulitan makan hingga ia membutuhkan selang khusus.
  • Pencernaan. Ukuran perut bayi masih sangat kecil dan sensitif hingga ia lebih mudah muntah dan sulit mencerna protein dan memerlukan susu khusus dalam bentuk yang siap cerna.

Pemeriksaan bayi prematur

Pada bayi prematur, segera setelah lahir akan dipasangkan selang melalui pernafasan dan dihubungkan dengan alat yang disebut ventilator. Pemberian obat-obatan, oksigen dan nutrisi diperlukan untuk menunjang kebutuhannya. Dengan berbagai komplikasi pada bayi premature, bayi akan menjalani beberapa pemeriksaan penting, yaitu:

  • Skrining Retinopathy of Prematurity (ROP). Pemeriksaan ini berguna untuk memeriksa kelainan mata yang menyebakan kebutaan pada bayi yang baru lahir. Bayi normal memiliki pembuluh darah retina yang sudah berkembang berbeda dengan bayi prematur yang perkembangannya belum lengkap.
  • Skrining Anemia of Prematurity ( AOP). Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya anemia pada bayi prematur. Anemia bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen apalagi bayi prematur kerap mengalami gangguan pernafasan.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku 

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi” 

kembali ke atas