Beda Demam, Beda Penyebab

Oleh: Dr. Ika Fitriana, Sp.PD

Demam merupakan suatu gejala dan bukanlah penyakit. Demam bisa muncul perlahan-lahan, tetapi bisa pula mendadak tinggi. Pola demam bisa jadi merupakan salah satu petunjuk tentang adanya gangguan penyakit tertentu.

Tubuh memiliki suhu yang bervariasi setiap harinya, sehingga tidak ada nilai tunggal yang disebut demam. Namun, beberapa tingkatan suhu berikut dapat dikategorikan sebagai demam apabila :

  •  Suhu rektal (anus) lebih dari 38° C
  • Suhu oral (mulut) lebih dari 37,8° C
  • Suhu ketiak lebih dari 37,2° C
  • Suhu dahi lebih dari 38° C

Suhu ketiak, dahi dan telinga lebih mudah diukur dibandingkan suhu di mulut maupun di anus, tetapi suhu tersebut kurang akurat dan perlu dikonfirmasi apabila pada kondisi tertentu anak mengalami demam yang tak jelas.

Demam tak berarti lesu

Anak demam tak selalu tampak lesu, tak bergairah ataupun loyo, seringkali mereka justru terlihat biasa dan tetap bisa bermain. Demam yang disebabkan virus seringkali tidak membuat anak loyo meski demamnya cukup tinggi. Obat penurun panas cukup untuk jenis demam seperti ini.

Demam seringkali disertai dengan kekurangan cairan. Jadi jangan lupa memberikan cairan yang cukup untuk anak-anak yang sedang mengalami demam.

Anak yang masih bisa bermain meskipun ia sedang demam merupakan salah satu petunjuk bahwa penyebab demam tidaklah berat. Meski demikian, demam yang makin tinggi setelah 3-5 hari perlu diwaspadai karena bisa jadi merupakan petunjuk demam tidak disebabkan oleh virus.

Demam dengan kondisi berat

Sebuah pedoman praktis yang diadaptasi dari RS Cincinnati Children’s Hospital Medical Center membagi tampilan anak saat demam menjadi tiga:

Tampilan baik

  • Anak bisa tersenyum, tidak gelisah, makan baik, menangis kuat namun dapat dibujuk.
  • Tidak ada tanda-tanda kekurangan cairan.
  • Ujung kaki dan tangan kemerahan dan hangat.
  • Tidak ada kesulitan bernafas.

Tampilan sakit

  • Masih bisa tersenyum, gelisah dan menangis.
  • Kurang aktif bermain dan nafsu makan berkurang.
  • Kekurangan cairan derajat ringan atau sedang.
  • Aliran darah tepi masih baik ditandai dengan tangan dan kaki hangat, kulit masih kemerahan, bila ujung jari ditekan tampak cepat memerah kembali.

Tampil toksik

Anak tampak lemah, tidak ada kontak mata, gagal mengenali orangtua atau tak bisa berinteraksi, ada gangguan pernafasan, bibir atau kulit kebiruan merupakan tampilan yang paling berat.
  • Makin berat tampilan anak saat demam kemungkinan penyebab penyakit semakin serius, mungkin anak memerlukan pengobatan lebih lanjut.

Mengatasi demam

Saat si kecil mengalami demam, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar si kecil tetap merasa nyaman.

  •  Jika ia menggigil selimuti dengan selimut yang nyaman
  • Kompres dengan air hangat. Sebaliknya, jangan gunakan alkohol atau air dingin (es).
  • Beri cukup minum.
  • Kontrol suhu tubuh secara teratur.
  • Hindari mengenakan baju terlalu tebal, kenakan baju yang nyaman.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas