Pemeriksaan Bayi Baru Lahir

Oleh: dr. Tiar Marina Octyvani, Desi Hariana

Setelah bayi lahir, pemeriksaan fisik secara menyeluruh hendaknya dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya kelainan lahir.

Pemeriksaan pada bayi baru lahir sangat berguna untuk mengetahui apakah bayi secara fisik dalam keadaan normal atau mengalami gangguan tertentu. Pemeriksaan biasa dilakukan pada bayi baru lahir, khususnya untuk bayi  yang lahir prematur atau memiliki berat badan rendah saat lahir (di bawah 2.500 gram).

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter anak cukup banyak meliputi:

Penilaian APGAR

Pemeriksaan ini diprakarsai oleh dr. Virginia Apgar pada tahun 1952. Ia membuat sebuah metode penilaian cepat untuk menilai keadaan klinis bayi baru lahir. Penilaian dilakukan pada 1-5 menit pertama kehidupan bayi. Tanda-tanda yang dilihat meliputi warna kulit, denyut jantung, upaya bernafas, tonus otot, reflek (dengan memasukkan kateter ke dalam hidung). Penilaian per kriteria berkisar antara 0-2 pada menit ke-5, skor yang diharapkan 9-10.

Mengetes Refleks

Refleks bayi yang muncul sejak lahir juga turut diperiksa seperti berkedip, menoleh, rooting ( mencari puting susu), mengisap dan melangkah ketika kaki disentuhkan ke bidang datar. Penilaian ini penting untuk menilai fungsi gerak motorik bayi.

Antropometrik

Melakukan pengukuran pada bayi untuk melihat berat, panjang badan, lingkar kepala dan lingkar dada. Pengukuran ini akan diplot di kurva khusus bayi baru lahir, guna menilai apakah ukuran bayi sesuai usia atau tidak.

Mencari Kelainan Kongenital (Cacat Lahir)

Dokter akan memeriksa kelengkapan anggota tubuh dan kelainan yang dapat dilihat secara langsung seperti tangan dan kaki sama panjang, jari-jari jumlahnya lengkap, bentuk wajah simetris, mulut tidak sumbing, saluran anus ada dan sebagainya. Selain itu, kelamin bayi juga dinilai dan dipastikan. Dalam pemeriksaan ini biasanya orangtua juga ditanyakan perihal penggunaan obat-obatan, riwayat penyakit, radiasi yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin.

Pemeriksaan Mata

Antara 5-10 anak usia balita dan sekolah mengalami masalah dalam penglihatan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata sangatlah penting dilakukan sejak dini. Mata anak bisa dicek saat anak berusia 6 bulan untuk mendeteksi kelainan seperti juling (strabismus) atau mata tidak fokus. Untuk bayi yang lahir prematur perlu ada pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi ROP (Retionopathy of Prematurity) yaitu kelainan retina karena infeksi virus.

Pemeriksaan Pendengaran

Kemampuan mendengar bayi dapat mempengaruhi kemampuan bicaranya. Ada dua jenis pemeriksaan pada bayi yang berhubungan dengan pendengaran yaitu universal new born hearing screening dan targeted new born hearing screening. Untuk pemeriksaan universal dilakukan pada semua bayi baru lahir dengan metode Otoacoustic Emissions (OAE) dan Auditory Brainstrem Response (ABR). Sedangkan Targeted Screening dilakukan pada bayi baru lahir dengan riwayat atau faktor risiko tinggi.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi” 

kembali ke atas