Vaksinasi Penting di 3 Bulan Pertama

Dr. dr. Hindra Irawan Satari, M.TropPaed, Sp.A(K)

Anak yang tumbuh sehat, cerdas dan kuat adalah keinginan setiap orangtua. Untuk itu kita perlu membentengi Si Kecil dari beragam penyakit berbahaya dengan vaksinasi. Sebagai orangtua pasti kita tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya. Itu sebabnya, sejak dini kita harus bersiaga melindungi anak dengan beragam vaksinasi sejak berumur 0-3 bulan.  

Vaksin Polio

Vaksin ini diberikan setelah anak dilahirkan dan sebelum pulang dari rumah sakit. Selanjutnya, pada usia 2 bulan, vaksin ini diberikan bersamaan dengan vaksinas DPT (Difteri, Tetanus dan Pertusis) hingga total sebanyak empat kali sebelum mencapai usia 1 tahun.

Vaksin polio bermanfaat untuk mencegah penyakit lumpuh layuh mendadak yang disebabkan virus menular lewat saluran cerna, menyerang otak dan susunan saraf belakang yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini tidak ada obatnya, tetapi untungnya bisa dicegah lewat vaksinasi. 

DTP

DTP menggabungkan tiga vaksinasi dalam sekali pemberian. Difteri adalah penyakit saluran nafas dengan gejala khas selaput warna keabuan di area tenggorokan menyebabkan anak sulit bernapas. Sedangkan tetanus adalah penyakit yang disebabkan kuman Clostridium tetani yang bisa menyebabkan anak kejang dan kaku. Pertusis atau batuk seratus hari sering menyerang bayi dan sangat mudah menular.

Vaksinasi DTP diberikan pada umur enam minggu ke atas. DTP bisa dikombinasikan dengan vaksin Hepatitis B atau Hib (combo), bahkan dengan polio. Vaksin ini memerlukan booster (pengulangan untuk memperkuat efek perlindungan) pada usia 18 bulan dan 5 lima tahun. Untuk difteri dan tetanus dilanjutkan pada usia SD. 

BCG

BCG adalah vaksin untuk mencegah kuman tuberkolosis (TBC). Penyakit ini masih umum terjadi di Indonesia dan ditularkan lewat saluran napas orang dewasa ke anak-anak. Keberhasilan vaksin BCG bervariasi tetapi dapat mencegah tuberkolosis yang berat (misalnya tuberkolosis yang menyerang otak atau tuberkolosis luas).

Vaksinasi BCG optimal diberikan pada umur 2-3 bulan. Bila vaksin BCG akan diberikan sesudah umur 3 bulan perlu dilakukan uji tuberculin sebelumnya (tes untuk menguji infeksi TBC). Bila  tidak memungkinkan, vaksin tetap dapat diberikan dan diobservasi 7 hari . Bila ada  reaksi di lokasi suntikan, perlu pikirkan kemungkinan anak sudah terpapar kuman TB. 

Hepatitis B

Virus Hepatitis B dapat menular dari ibu ke bayi saat persalinan juga menyusui. Bila terkena pada usia anak-anak, sebagian besar akan menjadi kronik. Vaksin dari penyebab penyakit liver (hati) terbanyak di Indonesia ini dapat diberikan 12 jam setelah lahir dan pada usia 1 bulan, selanjutnya pada usia 6 bulan.

Hib

Haemophilus influenza type b adalah kuman penyebab meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru), epiglottitis (infeksi saluran napas), dan saluran telinga. Vaksinasi terhadap kuman ini dapat diberikan setelah usia 2 bulan bersama dengan DTP kombo. 

PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)

Vaksin konjugat pneumokokus dapat diberikan pada umur 2, 4, dan 6 bulan dan diulang pada usia 12-15 bulan. Apabila diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, cukup diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Apabila diberikan pada umur > 1 tahun, maka cukup diberikan satu kali, namun perlu dosis ulangan setelah usia > 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Bila anak sudah di atas usia 2 tahun vaksin ini hanya diberikan satu kali saja. Kuman pneumokokus masih menjadi salah satu penyebab utama radang paru-paru pada bayi, bisa pula menyerang susunan saraf pusat dan telinga bagian tengah.

Rotavirus

Rotavirus menyebakan diare pada bayi. Vaksin terhadap virus ini biasa diberikan pada anak usia 2, 4 dan 6 bulan. Namun vaksin ini belum terlambat diberikan apabila anak di atas usia tersebut. Sama halnya dengan vaksin polio, vaksin Rotavirus tidak disuntikkan melainkan diberikan dengan cara oral atau ditelan.

Vaksinasi pada bayi prematur

Beberapa vaksin perlu ditunda pada bayi prematur, misalnya vaksinasi polio oral sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berumur 2 bulan demikian pula vaksin lainnya seperti DTP, Hepatitis B dan Hib. Agar lebih jelas, konsultasikan pada dokter anak Anda.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku

kembali ke atas