Si Kecil Alergi

Dr. Ika Fitriana, Sp.P

Kondisi alergi pada anak adalah hal yang patut mendapat perhatian penting dari orangtua.Mengapa ada anak-anak yang mengalami alergi? Bila pada anak normal, ketika melakukan kontak dengan alergen maka tubuhnya akan membentuk antibodi (Imunoglobulin/lg E) yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Tidak demikian halnya pada anak dengan alergi.Reaksi dari kontak dengan alergen bisa sangat beragam dan membuat anak jadi tidak nyaman serta mengganggu aktivitasnya.

Gejala alergi

Beberapa gejala yang kerap ditemui pada anak-anak dengan alergi adalah bersin-bersin ketika terpapar debu rumah, bentol-bentol karena udara dingin/makan udang dan sebagainya. Reaksi dapat terjadi di berbagai organ tubuh seperti halnya di paru yang disertai asma/mengi.

Mata merah berair serta kulit biduran/kaligata/gidu atau eksim juga bagian dari reaksi alergi. Alergi bisa juga dipicu oleh hal lain seperti kontak dengan logam.Secara umum,  semua bahan di sekitar kita dapat menjadi alergen. Tetapi muncul tidaknya reaksi alergi pada anak, selain dipengaruhi oleh bakat alergi juga bergantung pada daya tubuh, kekerapan terkena pajanan, derajat alergenitas bahan dan sebagainya.

Apa alergi menurun?

Ya. Oleh karena itu, seseorang yang alergi biasanya salah satu anggota keluarganya mengalami gejala yang sama, walaupun kemungkinan bentuk alerginya berbeda. Keadaan ini disebut kondisi atopik, yaitu kecenderungan seseorang untuk lebih mudah mengalami alergi dibanding orang tanpa bakat alergi.

Kecenderungan alergi ini ditentukan oleh gen yang diwariskan dari orang tua. Memang,  tidak semua anak dari keluarga atopi mengalami alergi. Bila hanya salah satu orangtua yang alergi, maka kemungkinan anak alergi hanyalah 40-50%. Namun bila kedua orangtuanya memiliki alergi, maka kemungkinan anak mengalami alergi adalah 70-80%. Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan, kasus alergi dialami seseorang tanpa riwayat alergi.

Mendeteksi alergi

Cara termudah adalah dengan menelusuri riwayat atopi pada keluarga. Cara lain yaitu dengan tes laboratorium darah, untuk melihat kadar antibodi IgE dalam darah. Pada sebagian besar penderita alergi, kadar IgE totalnya lebih tinggi dibandingkan orang normal. Bila dinilai perlu, dapat dilakukan pemeriksaan kadar IgE yang spesifik terhadap bahan yang dicurigai.

Untuk memastikan penyebabnya, dapat dilakukan uji kulit. Uji tusuk (skin prick test) dilakukan untuk alergi tipe lambat, misalnya eksim. Hati-hati, uji kulit pada bayi seringkali memberikan hasil palsu, karena sistem reaksi imun pada bayi belum berfungsi sempurna.

Jenis alergen

Dilihat dari cara masuknya, alergen bisa terdiri dari beberapa jenis :

· Alergen Ingestan (ditelan) misalnya makanan tertentu, obat-obatan.

· Alergen hirup (terdapat di udara bisa dalam rumah maupunluar rumah), misalnya tungau debu rumah, kecoak, serpihan kulit/bulu binatang, serbuk sari.

· Alergen kontaktan(menempel di kulit) misalnya bahan pakaian, deterjen, kosmetik, pewarna rambut, tumbuhan tertentu.

· Alergen injektan (ditusukkan), misalnya gigitan serangga, dan lain-lain.

· Alergeninfektan, misalnya jamur, kuman.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku
“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas