Janinku Tak Berkembang

Dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K)


Dalam dunia kedokteran, keguguran disebut sebagai abortus. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan adanya pengeluaran hasil konsepsi/ pembuahan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu atau berat lahir janin kurang dari 500 gram. Pada ibu hamil, risiko keguguran mencapai 15-40% dan keguguran kerap terjadi pada usia kehamilan 3 bulan dengan persentase 60-75%. 

Berdasarkan waktu terjadinya, keguguran dapat diklasifikasikan menjadi keguguran preem brionik (terjadi di bawah usia kehamilan 6 minggu), keguguran embrionik (usia kehamilan 6-8 minggu), keguguran janin (usia kehamilan 8-12 minggu) dan keguguran janin lanjut (terjadi di usia kehamilan 12-24 minggu).

Hal yang dianggap menyebabkan keguguran

Tidak berkembangnya janin dalam rahim bisa terjadi karena kelainan kromosom pada saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk tidak sempurna dan akhirnya dikeluarkan oleh tubuh.

Tidak berkembangnya janin juga bisa dipicu adanya kelainan pada ibu, seperti pada sistem hormonal (hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesterone yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun dan penyakit berat yang diderita ibu hamil atau usia kedua orang tua.

Kelainan pada rahim yang paling sering terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. Kelainan yang lain adalah rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan pada rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan di trimester pertama.

Penyebab lainnya adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH (toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, & herpes simplex), HIV (human immonudeficiency virus), Hepatitis dan sebagainya. Selain beberapa hal di atas, tidak berkembangnya janin atau keguguran juga dapat di akibatkan oleh gaya hidup buruk seperti merokok, minum-minuman keras, obesitas, berat badan kurang yang dapat mengganggu hormon selama masa kehamilan.

Tanda-tanda keguguran

Apa yang terjadi ketika ibu mengalami keguguran? Beberapa tanda berikut adalah tanda-tanda paling penting:

· Pendarahan

Bisa berupa bercak maupun pendarahan hebat. Terkadang bagian jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek ikut keluar bersamaan dengan darah.

· Kram / kejang perut

Rasanya mirip kram perut saat awal datang bulan. Kram biasanya hilang timbul dalam periode yang lama. Kram atau kejang dapat terjadi di panggul.

· Nyeri bagian bawah perut

Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan dan daerah alat kelamin. Nyeri terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari sejak munculnya gejala pendarahan.

Jenis keguguran

Ada beberapa jenis keguguran yang perlu diketahui ibu:

1.      Abortus komplet, dimana semua hasil konsepsi berhasil keluar.Tanda-tandanya antara lain:

· Embrio sudah berbentuk janin dan lepas semua dari dinding rahim.

·  Biasanya terjadi di awal kehamilan ketika plasenta belum terbentuk.

· Janin dengan sendirinya keluar dari rahim, baik secara spontan maupun dengan alat bantu.

2.      Abortus tidak lengkap, tanda-tandanya antara lain :

· Sebagian jaringan embrio sudah terlepas dari dinding rahim dan sebagian jaringan ada di mulut rahim.

· Jika terjadi pendarahan terus menerus, embrio/janin harus dikeluarkan melalui operasi.

3.      Abortusinsipiens

Sebagian jaringan sudah turun dan berada di mulut rahim, tapiseluruhembriomasihberada di dalam rahim. Pada kasus ini sangat kecil kemungkinannya untuk mempertahankan janin.

4.      Abortusimminens

Tandanya adalah hasil pembuahan (embrio) lepas sebagian atau terjadi pendarahan di belakang tempat embrio menempel. Karena embrio masih berada di dalam rahim dan dapat bertahan hidup, umumnya masih bisa diselamatkan.

Catatan untuk keguguran

Untuk kasus seperti keguguran, tidak diperlukan pengobatan khusus. Hal yang perlu dicatat, wanita yang mengalami keguguran 2-3 kali berturut-turut maka memiliki kecenderungan untuk mengalami keguguran lagi pada kehamilan berikutnya. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menelusuri penyebabnya. Apakah ada kemungkinan masalah genetika atau kelainan lain seperti sindrom APS (polyendocrine deficiency syndrome) atau trombofilia (sindrom darah kental).


Artikel ini disadur dari majalah Anakku
“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas