Baby Blues. Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

Michelle Gunawan, M. Psi, Psikolog

Kelahiran seorang bayi merupakan keadaan yang luar biasa. Adanya perayaan untuk menyambut kedatangan si kecil bersama dengan keluarga dan kenalan terasa sangat membahagiakan, terutama setelah mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan dengan selamat. Akan tetapi, kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama. Beberapa hari setelah melahirkan bukan perayaan atau rasa bahagia yang dirasakan Ibu, melainkan rasa lelah, cemas, sedih, dan khawatir. Kondisi tersebut dirasakan oleh 70-80% ibu yang baru melahirkan dan dikenal sebagai Baby Blues.

Apa itu Baby Blues?

Baby blues adalah suatu keadaan dimana seorang ibu yang baru melahirkan (khususnya bayi pertama) mengalami perasaan sedih, cemas, sulit tidur. Umumnya terjadi pada 2 minggu pertama setelah melahirkan dan terlihat sangat berat pada hari ke 4 atau ke 5. Meskipun tetap dipengaruhi oleh kondisi persalinan.

Beberapa ciri Ibu yang mengalami baby blues adalah sebagai berikut :

  1. Dipenuhi rasa sedih sehingga sering menangis
  2. Cepat kehilangan kesabaran
  3. Sering merasa cemas dan takut dalam merawat si kecil
  4. Merasa lelah namun tidak bisa tidur meskipun si kecil sedang tidur
  5. Perubahan mood yang ekstrim
  6. Sulit berkonsentrasi

Mengapa Baby blues dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan?

Terdapat beberapa penyebab terjadinya baby blues :

1.       Perubahan hormon

Setelah melahirkan, ibu akan mengalami perubahan hormon estrogen dan progesteronndengan cepat. Tiroid pun ikut mengalami perubahan yang menyebabkan kelelahan dan depresi. Perubahan hormon disertai dengan perubahan tekanan darah, sistem kekebalan tubuh, dan metabolism yang dialami seorang ibu dapat menjadi penyebab baby blues

2.       Perubahan fisik

Seorang ibu dapat merasa kurang percaya diri akibat rasa sakit yang dialami setelah melahirkan atau merasa fisik kurang menarik akibat sulitnya menghilangkan berat badan yang ada agar kembali seperti semula. Rasa kurang percaya diri tersebut akan menyebabkan baby blues

3.       Permasalahan lainnya

Masalah lainnya yang dapat menjadi penyebab Baby blues adalah keadaan kurang tidur karena menjaga dan merawat bayi seorang diri. Adanya perasaan takut dan cemas akan kemampuan diri sendiri dalam merawat bayi, penyesuaian diri menjadi seorang ibu baru, juga dapat menjadi penyebab munculnya Baby blues

Bagaimana mengatasi Baby blues?

Baby blues hanya bersifat sementara yaitu kurang lebih selama 14 hari. Jika lebih dari itu dikhawatirkan ibu mengalami permasalahan yang lebih berat yaitu Post Partum Depression (PPD) atau Depresi Pasca Melahirkan, yaitu ketika ibu menolak kenyataan bahwa sudah tidak lajang lagi dan harus memperdulikan si kecil, membayangkan ingin menyakiti si kecil hingga adanya niat untuk bunuh diri.

Beberapa saran yang dapat diberikan untuk mengatasi baby blues adalah sebagai berikut :

  1. Meyakini diri sendiri bahwa kita sebagai ibu baru mampu merawat dan mengasuh si kecil dengan baik.
  2. Jangan mengharapkan kesempurnaan dalam merawat si kecil dalam beberapa minggu pertama. Berikan waktu untuk diri sendiri pulih dari melahirkan dan membiasakan diri dengan tugas baru sebagai seorang ibu
  3. Mencari dukungan emosi dari suami dan keluarga terdekat
  4. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri meskipun hanya 15 menit dengan melakukan apa yang disukai.
  5. Komunikasikan dengan seseorang tentang apa yang sedang dirasakan
  6. Mengkonsumsi makanan seimbang. Makanan yang tidak seimbang dapat memperburuk perubahan mood
Perlu diingat bahwa Ibu tidak sendirian. Jika gejala Baby blues dialami lebih dari 14 hari maka disarankan untuk mencari pertolongan kepada ahlinya seperti psikolog.

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas