Mommyrexia: Tren Bumil yang Berbahaya

Oleh: dr. Rahayuning Indit Pramesti, Sp.OG

Beberapa ibu menginginkan tetap langsing ketika hamil, bahkan tak jarang dari mereka bersikeras mempertahankan berat badannya. Mempertahankan kelangsingan selama masa kehamilan maupun paska kelahiran di kalangan artis baik di Hollywood maupun tanah air  dianggap sebagai suatu prestasi. Bahkan CNN menganggap fenomena tersebut sebagai suatu Mommyrexia. Tren seperti ini apakah berbahaya dan adakah dampaknya pada janin?

Apa itu "Mommyrexia"?

Secara definisi, para pemerhati kesehatan menjabarkan Mommyrexia sebagai suatu kondisi dimana Ibu hamil terobsesi untuk tetap langsing dan melakukan apapun untuk mempertahankan berat badan idealnya.

Para Ibu hamil ini akan benar-benar menghitung kalori dari makanan yang masuk, olahraga berlebihan, bahkan menghindari menyusui dan pasca persalinan mereka lebih memilih bertemu dengan personal trainer di pusat kebugaran.   

Apa efeknya?

American Pregnancy Association (APA) dan The British Medical Journal (BMJ) menegaskan bahwa kelainan pola makan termasuk Mommyrexia menimbulkan efek yang berbahaya baik bagi si Ibu maupun janinnya. Risiko tersebut meliputi:

  • keguguran
  • kelahiran prematur
  • bayi dengan berat badan rendah
  • kematian janin
  • keterlambatan pertumbuhan janin
  • bayi yang dilahirkan bermasalah pada sistem pernapasan
  • bayi mengalami diabetes
  • Ibu hamil mengalami hipertensi
  • depresi pascakelahiran
  • abnormalitas janin
  • preeklampsia

Mommyrexia dan kecerdasan bayi

Penelitian Smith, dkk. pada tahun 2011 menemukan bahwa ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan selama kehamilan dengan kecerdasan. Dalam kondisi Mommyrexia, berat badan yang rendah dan kenaikannya yang di luar normal berpengaruh pada asupan dan gizi yang mengalir pada janin.

Seperti yang kita ketahui bahwa pembentukan sel saraf dan otak berkembang pesat saat dalam kandungan. Minimnya asupan pada penderita Mommyrexia menurunkan kesempatan organ yang mendukung kecerdasan janin menjadi tidak berkembang optimal. Ingin bayi cerdas, maka asupan yang cukup adalah kuncinya.

Bagaimana menyikapinya?

Baik APA dan BMJ merekomendasikan para Ibu dengan Mommyrexia mendapatkan edukasi, konseling, dan pelayanan dalam hal nutrisi dari para pemerhati kesehatan selama masa kehamilan dan kelahiran. Tentu saja faktor orang terdekat menjadi hal yang mendukung keberhasilan ibu hamil lepas dari Mommyrexia.

Berat badan ideal untuk ibu hamil

Menurut Mayo Clinic, kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk wanita yang berat badannya rendah yakni sebesar 14-20 kg, untuk berat badan normal sebesar 12-17 kg, untuk yang berat badannya berlebih sebesar 7-12 kg, dan yang obesitas sebesar 6-10 kg. Takaran tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan isu kesehatan yang menyertai.  Hal yang juga disarankan adalah memilih makanan yang tepat.

Oleh karenanya, menjaga berat badan menjadi hal yang utama. Terlalu sedikit maupun terlalu banyak tentu akan menimbulkan masalah. Hal yang perlu dicamkan oleh ibu hamil adalah tujuan dari kehamilan itu sendiri: ibu dan bayi sehat, selamat saat melahirkan serta lancar menyusuinya. Enjoy your pregnancy!

Artikel ini disadur dari majalah Anakku

kembali ke atas