Mengenal Pencernaan Si Kecil

Oleh: Dr. Ika Fitriana, Sp.PD

Perkembangan saluran cerna telah dimulai sejak trimester pertama hingga satu bulan setelah lahir. Saluran cerna menjadi perlindungan terdepan bagi si kecil yang baru lahir, karena menjadi permukaan tubuh terbesar yang langsung terkena paparan dari dunia luar.

Sejak dalam kandungan

Sebenarnya, bayi sudah mulai belajar mencerna sejak masih dalam kandungan. Saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi, bayi terlihat sudah melakukan gerakan menelan. Ia menelan air ketuban, mencerna dan mengeluarkannnya lewat urin dan feses. Tentu saja semuanya dalam kondisi steril.

Ketika seorang bayi lahir, terjadi perubahan asupan nutrisi yang awalnya berasal dari plasenta, kemudian berubah melalui saluran cerna. Mau tak mau bayi harus mulai mengonsumsi nutrisi dari luar, dan ini menyebabkan usus terpapar dengan dunia luar.

Perlindungan dari infeksi

Bayi baru lahir memiliki volume lambung sangat kecil sehingga makanan yang dimasukan perlu disesuaikan. Saat bayi baru lahir, volume lambungnya hanya berkisar 30 cc (bandingkan dengan 1,5-2 liter pada orang dewasa), sehingga bayi merasa kenyang hanya dengan sedikit ASI.

Meskipun secara alami usus memiliki berbagai tingkat perlindungan terhadap kuman, ASI berperan penting dalam melindungi si kecil dari infeksi. ASI mengandung antibodi dan oligosakarida, suatu zat prebiotik yang merupakan makanan baik dalam usus. ASI awal (hind milk) mengandung kolostrum, zat yang kaya akan antibodi, sesuatu yang diperlukan bayi sebagai ‘benteng pertahanan’ sebelum berkenalan dengan makanan dan minuman dari luar.

Fakta seputar kerja saluran cerna

·         Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi percernaan dan penyerapan makanan pada anak dipengaruhi oleh tingkat keasaman saluran cerna (pH) dan waktu transit makanan serta usia. Perubahan terbesar terjadi pada satu bulan pertama kehidupan.

·         Saluran cerna sudah dilengkapi mekanisme untuk mengubah makanan menjadi zat yang siap diserap tubuh. Misalnya, protein diubah oleh pepsin membentuk zat yang lebih sederhana. Sel pariental memproduksi asam untuk melawan kuman dan melindungi lapisan lambung. Usus memproduksi enzim yang mencerna karbohidrat terutama karbohidrat susu. Pankreas mulai memproduksi amilase dan lipase. Lipase berguna untuk metabolisme lemak. Empedu juga mulai dikeluarkan untuk metabolisme lemak dan menimbulkan warna kuning pada feses.

·         Panjang usus halus bayi adalah 250-300 cm dan akan memanjang menjadi 600-899 cm pada orang dewasa. Feses pertama bayi disebut mekonium, berwarna hijau kehitaman terdiri dari lendir, vernix, lanugo, hormon, dan karbohidrat. Feses biasanya keluar dalam 24 jam pertama kehidupan. Jika tidak, kemungkinan terjadi penyumbatan di area saluran cerna, misalnya pada bayi dengan kelainan atresiani (anus yang tidak berkembang).

·         Pertama kali makanan diperkenalkan, usus besar akan mulai menerima beberapa jenis bakteri seperti E. coli, Clostridium, dan Streptococcus. Adanya berbagai bakteri yang komensal (hidup bersama) akan membentuk keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat. Dengan demikian, proses perlindungan saluran cerna makin sempurna.

·         Bakteri-bakteri yang hidup di usus besar juga ikut membentuk vitamin K yang penting untuk pembentukan pembekuan darah dan berbagai fungsi tubuh.

Artikel ini disadur dari majalah anakku

kembali ke atas