Pencernaan dan Kesehatan Kita

Oleh: dr. Laury Cahyadi, Sp.A


Sistem pencernaan yang sehat merupakan indikasi kesehatan tubuh manusia secara menyeluruh. Dalam sistem pencernaan yang sehat, selain terjadi proses penyerapan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sistem ini juga berperan dalam memengaruhi mood seseorang.

Pernah mendengar istilah ‘you are what you eat?’ Ya, istilah ini muncul karena kesehatan kita memang sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Jika kita rajin makan makanan sehat, maka pencernaan pun menjadi lancar dan semua organ tubuh berfungsi dengan baik. Sebaliknya, jika kita terlalu sering mengonsumsi lemak, makanan berminyak, berpengawet dan bahan-bahan yang merugikan kesehatan, maka kita pun akan mudah sakit.

Sebuah markas besar

Sistem pencernaan adalah sebuah ekosistem yang kuat sekaligus sensitif yang melindungi kita dari kemungkinan munculnya ‘pengganggu’ dari luar dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Untuk menjalankan tugasnya, saluran pencernaan bisa disebut sebagai markas besar untuk berbagai bakteri baik yang merupakan sel penjaga daya tahan tubuh. Dalam pencernaan terdapat koneksi yang canggih antara sistem saraf serta komponen hormonal.

Kesehatan saluran cerna berdampak langsung pada daya tahan tubuh, begitu juga sebaliknya, karena 70-80% dari sistem imunitas kita memang berawal dari tempat ini. Dalam saluran cerna kita juga ditemukan serotonin, salah satu neurotransmitter yang memengaruhi mood dan konsentrasi yang cukup besar. Para ahli juga sependapat bahwa mikroflora (bakteri baik) yang berada di saluran cerna berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh manusia, karena itu keberadaannya sangatlah penting.

Hubungan langsung antara perut dan otak

Selain sebagai pusat daya tahan tubuh, saluran pencernaan juga ternyata memiliki hubungan langsung dengan mood dan apa yang kita pikirkan. Misalnya saat kita merasa tegang, sedih atau stres karena sesuatu hal, biasanya perut kita juga mendadak tidak enak.

Begitu juga sebaliknya, saat perut kita bermasalah, biasanya kita sudah merasa ada yang salah bahkan sebelum gejalanya benar-benar muncul.

Saluran cerna terdiri dari komunikasi antar ratusan juta sel saraf, bahkan lebih banyak daripada yang ditemukan di tulang belakang, yang disebut dengan enteric nervous system. Hubungannya begitu rumit, sehingga sering disebut sebagai otak kedua oleh para peneliti. Hormon serotonin yang mengatur mood kita ditemukan sekitar 95% di saluran cerna, sedangkan sisanya ada di otak kita.

Hormon serotonin bertugas untuk menjaga kontak langsung antara isi perut dan otak kita. Reaksi kimia menjalar hilir mudik dari otak ke saluran cerna begitu juga sebaliknya. Sayangnya perut juga dapat mengirimkan sinyal ke otak yang dapat membuat kita merasa gelisah. Tak heran kan, mengapa saat lapar kita merasa mudah tersinggung? Itu sebabnya, kesehatan mental kita juga sangat dipengaruhi oleh makanan atau pola makan yang dijalani.

Keseimbangan mikroflora

Kunci lainnya dari hubungan akrab antara perut dan otak adalah mikroba yang melapisi dinding saluran cerna. Ada ratusan jenis bakteri yang bisa ditemukan di sini. Ada bakteri baik yang memiliki tugas penting seperti memecah karbohidrat, menghasilkan antibodi dan lain sebagainya. Ada juga bakteri jahat yang menghasilkan racun serta menyebabkan penyakit.

Dalam saluran pencernaan yang sehat, bakteri baik lebih banyak jumlahnya daripada bakteri jahat. Namun apa yang terjadi dalam pikiran kita dapat memengaruhi keseimbangannya.

Masalah-masalah emosional seperti stres dan depresi dapat menyebabkan perubahan kontraksi dari usus-usus, perubahan fungsi imunitas, serta tipe bakteri-bakteri yang berada di dalamnya. Alhasil, kita dapat merasakan gangguan seperti kram perut, kembung, diare dan konstipasi.

Oleh karena itu, jagalah selalu saluran cerna agar tetap sehat, sehingga fisik maupun mental kita pun selalu sehat.

Artikel ini disadur dari majalah anakku

kembali ke atas