Olahraga Selama Hamil

Oleh: dr. Med. Damar Prasmusinto, Sp.OG(K)

Ibu yang sedang hamil diperbolehkan melakukan olahraga. Tentu saja disesuaikan dengan usia kehamilan dan kondisi ibu hamil. Olahraga dapat mencegah terjadinya diabetes gestasional dan mengurangi stres. Wanita yang rajin berolahraga sebelum hamil, biasanya akan melakukan olahraga selama hamil. Olahraga secara teratur meningkatkan kekuatan dan ketahanan ibu hamil serta membuatnya lebih nyaman.

Pilih olahraga yang aman dan nyaman

Usia ibu maupun usia kehamilan tidak perlu menjadi penghalang bagi ibu untuk tetap bugar selama kehamilan. Bahkan dokter kandungan pada umumnya akan mendorong para ibu untuk tetap aktif selama kehamilan, tentunya bagi ibu yang memiliki kehamilan normal. Bagi ibu hamil yang berisiko mengalami pendarahan (flek), rahim lemah atau posisi janin yang tak menguntungkan sehingga harus bedrest tentunya bukan termasuk ke dalam kelompok ini.

Secara umum, ibu perlu menghindari olahraga yang dapat menimbulkan risiko jatuh atau cedera. Jenis olahraga yang bisa ibu lakukan antara lain jalan kaki dan berenang. Kedua jenis olahraga ini termasuk yang low impact dan tak akan membahayakan janin jika dilakukan dalam batasan wajar (tidak berlebihan).

Tip saat  berolahraga

Sama seperti saat sedang tidak hamil, ibu perlu melakukan langkah-langkah yang sama kala akan melakukan olah raga seperti pemanasan dan pendinginan. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat (jangan yang ketat), serta siapkan selalu botol air minum dalam jangkauan.

Tip berikut juga dapat membantu:

  • Mulailah olahraga secara bertahap. Jika memilih berjalan kaki, jangan langsung jarak jauh.
  • Lakukan secara teratur, mulailah selalu dengan pemanasan 5-10 menit dengan aktivitas ringan.
  • Lakukan pendinginan 5-10 menit dengan memperlambat aktivitas.
  • Pastikan ibu hamil cukup minum (mencegah dehidrasi).
  • Perhatikan asupan makanan yang bergizi.
  • Jangan melakukan olahraga dalam cuaca panas.
  • Hindari olahraga yang berlebihan.

Senam hamil (Lamaze)s

Memasuki trimester kedua, biasanya ibu akan melakukan senam hamil. Tujuan dari senam ini adalah untuk melatih pernapasan dalam rangka persiapan persalinan. Selain itu, beberapa posisi senam hamil dapat membantu bayi untuk segera berada di posisi yang benar (siap lahir) dan membuat pembukaan juga berlangsung lancar.

Sebaiknya, ibu tidak melewatkan kesempatan untuk berolahraga maupun untuk senam hamil karena hal ini akan membantunya saat melakukan persalinan.

Artikel ini disadur dari majalah Anakku

kembali ke atas