Apakah Anak Alergi atau Intoleransi Makanan?

Tak lama setelah mengkonsumsi makanan tertentu, anak mulai mengeluh sakit di bagian perutnya. Ia pun mulai muntah-muntah, disertai dengan gejala lainnya, seperti sesak napas, dan timbulnya ruam-ruam kemerahan di kulit. Jika Ibu mendapati gejala-gejala tersebut terjadi pada anak, apakah berarti anak mengalami alergi makanan? Belum tentu!

Alergi adalah reaksi berlebihan tubuh terhadap zat-zat eksternal yang pada kondisi wajar sebenarnya tidak berpotensi bahaya. Alergi makanan dipicu oleh sistem kekebalan tubuh (bagian dari tubuh yang bertugas melawan infeksi) yang bereaksi terhadap paparan zat-zat makanan tertentu.

Angka kejadian alergi makanan pada anak hingga saat ini masih kontradiktif. Beberapa catatan menyebutkan, 1 dari 12 anak di Amerika Serikat memiliki alergi makanan. Namun, catatan lain menyebutkan, meskipun 25% dari responden yang dimintai jawaban berpikir mereka alergi terhadap makanan tertentu, pada kenyataannya hanya 2% orang dewasa dan 6% anak-anak saja yang benar-benar memiliki alergi makanan.

Perbedaan itu bisa jadi timbul karena adanya mispersepsi di tengah masyarakat yang menyamakan alergi makanan dengan intoleransi makanan. Padahal, kebanyakan orang hanya mengalami intoleransi makanan saja, yang merupakan gejala tidak mengenakkan yang dipicu oleh suatu jenis makanan, tapi tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh.

Contohnya, pada kasus alergi susu. Alergi susu ditandai dengan gejala-gejala, seperti gatal-gatal, muntah, dan masalah pernapasan yang timbul segera setelah mengkonsumsi produk susu. Pada anak-anak, alergi susu memang sering terjadi. Namun, kebanyakan anak dapat mengatasi alergi susunya pada usia 2 atau 3 tahun. Saat orang dewasa mengalami gejala yang serupa, banyak yang langsung berasumsi bahwa mereka memiliki alergi susu. Padahal, mungkin saja mereka mengalami kesulitan mencerna gula dalam susu, atau istilahnya “intoleransi laktosa”. Kondisi ini bukanlah alergi, karena tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, namun dapat menimbulkan gejala-gejala seperti hives (munculnya benjolan besar di kulit), kram perut, mual, dan diare.

Jadi, jika anak Ibu terlihat mengalami gejala-gejala, seperti sakit perut, mual, muntah, diare, ruam-ruam merah, gatal-gatal dan sesak napas setelah mengkonsumsi makanan tertentu, ada baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dulu sebelum menyimpulkan bahwa anak mengalami alergi makanan. Dokter anak akan dapat memberikan rekomendasi perawatan sesuai dengan kondisi yang dialami anak.

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

kembali ke atas